Mengenal PDDIKTI Feeder dan hal yang perlu dipersiapkan operator dan perguruan tinggi

Senin, 28 Maret 2016 - 23:24 WIB
Diposting oleh: Administrator

PDDIKTI Feeder telah diberlakukan sejak periode pelaporan 2014/2015 genap  untuk seluruh perguruan tinggi. Meskipun periode ini bisa dikatakan masa transasisi dari EPSBED ke PDDIKTI Feeder, kewajiban pelaporan dengan cara baru ini bukanlah hal yang remeh, operator dan perguruan tinggi mau tidak mau harus menyesuaikan dan mengikuti aturan main yang berlaku. Bagi Anda yang bertugas sebagai operator pelaporan ataupun bagi pihak perguruan tinggi yang memiliki kewajiban pelaporan, berikut beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sesegera mungkin agar tidak mengalami banyak kesulitan di kemudian hari.

Instalasi aplikasi PDDIKTI Feeder

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah operator melakukan instalasi aplikasi PDDIKTI Feeder yang dapat di download dari website forlap. Pastikan juga beberapa patch susulan juga diinstall setelahnya. Kemudian menyiapkan data prefil melalui website forlap dan men-download-nya untuk diaplikasikan pada PDDIKTI Feeder yang telah terinstall, inisiasi data prefil ini wajib dilakukan karena berisi data laporan epsbed sebelumnya yang akan dimasukkan ke PDDIKTI Feeder. Penjelasan lengkap cara instalasi aplikasi rencananya akan dimuat di halaman terpisah pada blog ini.

Validasi data yang bersumber dari data prefil

Data prefil adalah akumulasi data laporan dikti sebelumnya yang dilakukan menggunakan aplikasi layar biru EPSBED. Meskipun data tersebut telah ditransformasikan oleh tim pengembangan PDDIKTI Feeder, tentu saja ada banyak hal yang masih perlu disempurnakan. Beberapa permasalahan data prefil juga perlu kami rangkum dan jabarkan pada tulisan terpisah. Salah satunya adalah perbedaan kelengkapan data antara pelaporan EPSBED dengan PDDIKTI Feeder, contohnya adalah data IPK yang berisi 0 (nol). Untuk mengetahui data apa saja yang terkena imbas dari validasi data di PDDIKTI Feeder dapat ditemukan di menu khusus validasi pada aplikasi PDDIKTI Feeder. Data yang belum valid menurut aplikasi PDDIKTI Feeder tersebut harus dibetulkan terlebih dahulu dan dilanjutkan sinkroniasasi ke forlap. Setelah itu baru memulai menyiapkan pelaporan baru. Jika hal itu belum diselesaikan maka proses sinkronisasi tidak dapat dilakukan.

Wawasan operator perihal aturan main baru dalam hal pelaporan PDDIKTI Feeder

Meskipun data yang dilaporkan lebih sederhana dibandingkan versi epsbed, akan tetapi PDDIKTI Feeder adalah hal yang baru, diperlukan waktu untuk memahami aturan main yang berlaku, disisi lain deadline pelaporan semakin dekat, sehingga dibutuhkan juga kesiapan pengetahuan operator dalam menyusun dan melakukan entry data yang akan dilaporkan. Keterbatasan pengetahuan ini akan banyak berpengaruh sehingga dapat menghambat proses pelaporan atau terlambatnya melakukan sinkronisasi ke situs Forlap.

Kesiapan tenaga operator berkaitan dengan terbatasnya fitur yang disediakan di PDDIKTI Feeder

Bagi operator yang sudah pernah menggunakan PDDIKTI Feeder pada pelaporan 2014 genap tentu sudah paham bahwa untuk melakukan pelaporan harus dilakukan entry data satu per satu. Tidak ada fitur import xls atau csv yang dapat mempercepat proses entry data. Oleh karena itu bagi perguruan tinggi yang saat ini hanya siap dengan operator yang melakukan entry data dalam artian belum memiliki tools tambahan agar data dapat diimport masal atau proses lainnya bisa dipercepat dan lebih mudah, maka mau tidak mau entry satu per satu ini harus dilakukan. Oleh karena itu kesiapan tenaga operator perlu diperhatikan karena bukan hal yang mudah untuk melakukan entry data khususnya data transaksi seperti kelas, data dosen mengajar, perkuliahan masiswa dan nilai yang jumlahnya banyak sekali meskipun hanya satu program studi. Problem tidak adanya fitur import di PDDIKTI Feeder ini dapat diatasi dengan menggunakan tools tambahan seperti gtFeeder yang sudah kami kembangkan dan implementasikan pada beberapa perguruan tinggi.

Persiapan jangka menengah dan jangka panjang dengan memanfaatkan fasilitas web service PDDIKTI Feeder

Salah satu alasan PDDIKTI Feeder tidak menyertakan fitur import adalah karena sudah disediakannya web service yang siap digunakan. Tentu untuk dapat memanfaatkan web service ini diperlukan tim teknis yang mengerti bahasa pemrograman. Perguruan tinggi juga dapat bekerja sama dengan pengembang software untuk menyediakan tools tersebut, atau bagi yang sudah memiliki sistem informasi akademik (SIAKAD) dapat difokuskan bagaimana cara mengintegrasikan SIAKAD dengan PDDIKTI tersebut. Hal ini juga merupakan konsen kami dan sudah kami upayakan agar perguruan tinggi dapat dengan mudah melaporkan dan melakukan sinkronisasi ke Forlap tanpa banyak membebankan tugas entry data satu per satu ke operator di masing-masing program studi.